BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Biologi merupakan ilmu tentang
makhluk hidup beserta lingkungannya. Objek yang dipelajari dalam Biologi adalah
makhluk hidup dan makhluk tak hidup. Makhluk hidup selalu erat kaitannya dengan
lingkungan. Lingkungan tersebut terbagi menjadi lingkungan biotik dan
lingkungan abiotik. Lingkungan biotik meliputi semua makhluk hidup yang terbagi
atas mikroorganisme, tumbuhan, hewan, dan manusia. Lingkungan abiotik meliputi
faktor kimia dan fisika yang penting bagi makhluk hidup, seperti air, temperatur,
sinar matahari dan tanah. Dalam ruang lingkup Biologi, organisme yang
dipelajari, khususnya makhluk hidup terdiri atas berbagai tingkatan organisasi
kehidupan. Tingkatan organisasi yang dipelajari dimulai dari yang paling sederhana
hingga tingkatan yang kompleks. Tingkatan organisasi kehidupan dimulai dari
molekul, sel, jaringan, organ, sistem organ, individu, populasi, ekosistem,
hingga ke tingkatan bioma (Campbell, et al, 2006:4).
Orang yang pertama kali mengamati
sel adalah Robert Hooke (1665). Ia mengamati sayatan gabus
dengan menggunakan mikroskop dan melihat ruang kecil yang berderet-deret.
Ruangan tersebut dinamakan sel. Robert Hooke mengatakan bahwa tubuh makhluk
hidup tersusun atas sel-sel.
Sel makhluk hidup akan terus
membelah kemudian melakukan diferensiasi dan spesialisasi. Diferensiasi artinya
perkembangan sel menjadi bentuk yang khusus sehingga terjadi berbagai macam
bentuk sel. Spesialisasi adalah perkembangan sel menuju ke fungsi khusus. Hasil
diferensiasi dan spesialisasi adalah jaringan dan organ-organ tubuh.
Selanjutnya organ-organ tersebut membentuk sistem organ dan akhirnya kumpulan
sistem organ akan membentuk tubuh organisme.
B.
Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pengertian
sel dan bagiannya?
2. Bagaimanakah
perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan?
3. Apa yang dimaksud dengan pengertian
jaringan dan macamnya?
4. Apa yang dimaksud dengan pengertian organ?
5. Apa
yang dimaksud dengan sistem organ dan macamnya?
6. Apa
yang dimaksud dengan organisme beserta cirinya?
C. Tujuan
1.
Menjelaskan
pengertian sel dan bagiannya
2.
Menjelaskan
perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan
3.
Menjelaskan pengertian jaringan dan macamnya
4.
Menjelaskan
pengertian organ
5.
Menjelaskan
pengertian
dari sistem organ dan macamnya
6.
Menjelaskan pengertian organisme beserta
cirinya
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Sel dan Macamnya
Sel
berasal dari kata cella, yang artinya rongga kecil. Sel merupakan
unit terkecil dari kehidupan yang menyusun tubuh makhluk hidup. Ukuran sel
sangat kecil atau mikroskopis, sehingga untuk melihatnya harus
menggunakan alat yang disebut mikroskop. Sel tersusun atas membran
sel, sitoplasma dan organel-organel.

Bentuk
dan ukuran sel beraneka ragam. Bentuk sel ada yang bulat, bulat panjang,
memanjang, berbentuk segi lima, segi enam, pipih/ berbulu. Pada umumnya makhluk
hidup yang beraneka ragam memiliki struktur sel yang hampir sama, yaitu
tersusun atas membran sel dan protoplasma.
Protoplasma tersusun atas cairan sel (sitoplasma) dan organel-organel. Organel
adalah alat-alat di dalam sel yang mempunyai fungsi khusus. Contoh organel
adalah inti sel, mitokondria, plastida, lisosom, dan retikulum endoplasma.
Organel tidak bisa diamati dengan jelas jika menggunakan mikroskop cahaya.
Organel yang bisa diamati dengan mikroskop cahaya misalnya inti sel, kloroplas,
dan vakuola. Struktur sel hewan dan sel tumbuhan berbeda. Pada sel tumbuhan
terdapat dinding sel yang menyelubungi membran sel. Dinding sel tumbuhan
tersusun atas selulosa atau pektin sehingga sel tumbuhan bersifat kaku. Pada
sel tumbuhan terdapat kloroplas. Sel hewan memiliki sentriol pada
saat sel membelah, sedangkan sel tumbuhan tidak. Sentriol adalah organel yang
berfungsi untuk mengumpulkan kromosom. Selain itu, sel tumbuhan memiliki
vakuola yang lebih besar dibandingkan dengan vakuola pada sel hewan. Berikut
akan diuraikan bagian-bagian sel yang meliputi membran sel, sitoplasma, dan
organel yang terdiri dari inti sel, retikulum endoplasma, ribosom, komplek
golgi, mitokondria, plastida, lisosom, dan vakuola.
1.
Membran Sel
Membran
sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel berfungsi sebagai pembatas
dan pelindung isi sel serta sebagai pengatur lalu lintas sel yang keluar masuk
sel. Membran sel bersifat semipermeabel, artinya menbran sel hanya
dapat dilewati oleh zat tertentu tetapi tidak dapat dilewati oleh zat yang
lainnya. Pada tumbuhan membran sel dilindungi oleh dindang sel yang etrbuat
dari selulosa. Selulosa tergolong karbohidrat yang sulit dicerna. Selain
melindungi sel, dinding sel juga memberi bentuk yang tetap dan kaku.
2.
Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan yang mengisi
sel. Sitoplasma mengandung berbagai macam zat yang berbentuk koloid. Koloid
adalah campuran yang ukuran diameter zat terlarutnya berkisar antara 0.001-0.1
mikron, misalnya putih telur.
Koloid sitoplasma bukan merupakan
cairan yang serba sama (homogen), melainkan merupakan cairan yang
serbaneka (heterogen). Sitoplasma berfungsi sebagai tempat
berlangsungnya reaksi metabolisme sel.
3.
Inti Sel (Nukleus)
Inti
sel biasanya berbentuk oval atau bulat dan berada di tengah-tengah. Inti sel
berfungsi sebagai pengatur seluruh kegiatan sel. Inti sel diselimuti oleh dua
lapis membran nukleus, yaitu membran luar dan membran dalam. Di dalam inti
terdapat cairan inti (nukleoplasma) dan benang kromosom.
Kromosom merupakan pembawa sifat menurun yang tersusun atas benang-benang
kromatin dan di dalam kromosom terdapat asam inti (DNA).
4.
Retikulum Endoplasma (RE)
RE berfungsi menyusun dan
menyalurkan zat-zat ke dalam sel. Membran RE merupakan kelanjutan dari membran
luar inti sel yang membentuk saluran menuju ke sitoplasma dan bermuara pada
membran sel. Dalam sel terdapat 2 tipe RE, yaitu RE kasar dan RE halus. Pada
membran RE kasar terdapat ribosom sehimgga terlihat berbintil-biontil,
sedangfkanpadfa RE halus tidak terdapat ribosom.
5.
Ribosom
Ribosom berbentuk butiran-butiran. Ribosom
ada yangf menempel pada membran RE, ada pula yang bebas di sitoplasma. Ribosom
berfungsi untuk sintesis protein.
6.
Kompleks Golgi
Kompleks
golgi merupakan kumpulan ruang, gelembung kecil dan kantong kecil yang
bertumpuk-tumpuk. Kompleks golgi berfungsi sebagai alat pengeluaran (sekresi)
protein dan lendir, karena itu kompleks golgi disebut sebagai organel sekresi.
Pada sel tumbuhan, kompleks golgi disebutdiktiosom.
7.
Mitokondria
Mitokondria mempunyai membran luar dan
membran dalam. Mitokondria berfungsi sebagai penghasil energi.Di dalam
mitokondri berlangsung proses respirasi untuk menghasilkan energi.
8.
Plastida
Plastida merupakan badan bermembran rangkap
yang mengandung pigmen tertentu. Plastida yang mengandung pigmen hijau
(klorofil) disebut kloroplas, sedangkan plastida yang berisi amilum
disebut amiloplas. Klorofil merupakan pigmen yang berperan dalam
proses fotosintesis. Kloroplas terdapat pada sel tumbuhan.
9.
Lisosom
Lisosom merupakan kantong kecil
bermembran tunggal yang berisi enzim pencernaan. Lisosom berfungsi mencerna
bagian sel yang rusak atau zat asing yang masuk kedalam sel. Misal pada amoeba,
lisosom mencerna makanan yang berupa sel mikroorganisme lainnya.
10. Vakuola
Vakuola adalah ruangan yang terdapat
di dalam sel. Pada sel tumbuhan yang sudah tua, vakuola biasanya berukuran
besar dan berisi cadangan makanan dan pigmen warna. Sementara pdad sel hewan
vakuola berukuran kecil. Pada protozoa, terdapat vakuola makanan makanan dan
vakuola berdenyut. Vakuola makanan berisi makanan dan berfungsi mencerna
makanan. Vakuola berdenyut (vakuola kontraktil) berfungsi mengeluarkan
zat sisa berbentuk cair dan mengatur keseimbangan air sel.
Untuk memahami tentang struktur sel
hewan, tumbuhan dan bagaian-bagiannya, perhatikan Gambar

B.
Perbedaan
Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
|
No
|
Sel hewan
|
Sel tumbuhan
|
|
1
|
Tidak
mempunyai dinding sel
|
Mempunyai
dinding sel
|
|
2
|
Mempunyai
sentrosom
|
Tidak
mempunyai sentrosom
|
|
3
|
Tidak
mempunyai plastida
|
Mempunyai
plastid
|
|
4
|
Mempunyai
lisosom
|
Tidak
mempunyai lisosom
|
|
5
|
Cadangan
makanan brupa lemak dan glikogen
|
Cadangan
makanan berupa pati atau amilum
|
|
6
|
Ukuran Sel
tumbuhan lebih besar daripada sel hewan.
|
Ukuran Sel
hewan lebih kecil daripada sel tumbuhan.
|
|
7
|
Bentuk
Tetap
|
Bentuk
Tidak tetap
|
|
8
|
Diktiosom
|
Badan
golgi
|
|
9
|
Vakuola,
Pada sel muda kecil dan banyak, pada sel dewasa tunggal dan besar
|
Tidak
mempunyai vakuola, walaupun terkadang beberapa sel hewan
uniseluler memiliki vakuola yang berukuran kecil baik pada sel muda
maupun sel dewasa
|
C.
Pengertian
Jaringan dan Macamnya
Jaringan
Jaringan adalah sekelompok sel yang
mempunyai bentuk dan fungsi yang sama. Jaringan hanya dimiliki oleh makhluk
hidup bersel banyak (multiseluler). Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi
percampuran antara sel ovum dan sperma membentuk satu sel zigot.
Macam jaringan penyusun tubuh
tumbuhan berbeda dengan macam jaringan penyusun tubuh hewan dan manusia.
Simaklah uraian berikut :
1.
Jaringan tumbuhan
Berdasarkan sifatnya, jaringan
tumbuhan dibedakan menjadi dua macam, yaitu jaringan meristematik dan
jaringan permanen. Jaringan meristematik terdiri dari kumpulan sel
muda yang terus membelah menghasilkan jaringan yang lain. Contoh : jaringan
meristem pada pucuk (ujung) batang dan akar serta jaringan kambium.

Gambar jaringan
Hasil pembelahan jaringan
meristematik disebut jaringan permanen, karena tidak mengalami diferensiasi
lagi. Berdasakan struktur dan fungsinya, jaringan permanen dibedakan menjadi
jaringan-jaringan berikut :
2.
Jaringan pelindung
Jaringan pelindung terdiri dari
epidermis dan jaringan gabus.
a) Epidermis
Jaringan epidermis merupakan
jaringan tubuh tumbuhan yang terletak paling luar. Jaringan epidermis menutupi
seluruh tubuh tumbuhan, mulai dari akar, batang, hingga daun. Jaringan
epidermis daun terdapat di permukan atas dan permukaan bawah daun. Jaringan
epidermis batang ada yang membentuk lapisan tebal (lapisan kutikula) atau
membentuk rambut (trikoma) sebagai alt perlindungan.
b) Jaringan gabus
Jaringan gabus (periderma)
sibentuk oleh kamium gabus. Jaringan gabus yang terbentuk akan menggantikan
epidermis. Jaringan gabus tersusun atas sel-sel yang telah mati. Pada bagian
yang tidak terlindung oleh suberin terdapatlentisel. Lentisel berfungsi
untuk tempat pertukaran gas.
3.
Jaringan pengisi (Parenkima)
Di antara jaringan epidermis dan
empulur terdapat jaringan pengisi berupa jaringan parenkima. Jaringan parenkima
disebut juga jaringan dasar karena menjadi tempat bagi jaringan lain.
Pada daun, jaringan parenkima
membentuk mesofil daun. Jaringan pagar (palisade)
tersusun berjajar seperti pagar. Jaringan bunga karang (spons) berbentuk
tidak teratur sehingga menimbulkan rongga antar sel. Jaringan pagar dan bunga
karang berfungsi sebagai tempat foto sintesis karena mengandung klorofil.
4.
Jaringan Penguat
Ada dua macam jaringan penguat yang
menyusun tubuh tumbuhan, yaitu kolenkima dan sklerenkima.
a) Kolenkima
Sel kolenkima merupakan sel hidup,
dinding selnya mengandung selulosa, pektin, dan hemiselulosa. Kolenkima pada
umumnya terletak dibawah epidermis batang, tangkai daun, tangkai bunga, dan ibu
tulang daun pada tumbuhan muda yang sedang tumbuh. Jaringan olenkima berfungsi
sebagai penyokong pada bagian timbuhan muda yang sedang tumbuh dan pada tumbuha
basah (herba).
b) Sklerenkima
Jaringan sklerenkima terdiri dari
sel-sel mati yang dindingnya sangat tebal, kuat,dan mengandung lignin.
Jaringan sklerenkima berfungsi sebagai penguat. Menurut bentuknya, sklerenkima
dibagi menjadi dua, yaitu serat dan sel batu(sklereid).
Serat atau serabut sklerenkim berbentuk seperti benang panjang. Sel batu
bermacam-macam bentuknya. Sel ini disebut sel batu karena dinding selnya keras,
misalnya pad tempurung kelapa.
5.
Jaringan Pengangkut
Jaringan pengangkut hanya terdapat
pada tumbuhan tingkat tinggi. Jaringan ini berfungsi untuk mengangkut air,
garam mineral, dan hasil fotosintesis. Sel-sel jaringan pengangkut berupa pembuluh
atau seperti pipa, sehingga jaringan disebut dengan jaringan pembuluh. Jaringan
pengangkut terdiri dari jaringan pembuluh kayu (xilem) dan jaringan
pembuluh tapis (floem). Jaringan pengangkut terdapat pada akar, batang,
dan daun. Pada batang tumbuhan dikotil xilem berada di sebelah dalam dan floem
berada disebelah luar. Lihat Gambar
Xilem merupakan bagian dari kayu.
Xilem berfungsi mengangkut air dan garam mineral dari akar ke daun. Floem
merupakan bagian dari kulit kayu. Fungsinya adalah untuk mengangkut zat-zat
makanan hasil fotosintesis daridaun ke seluruh tubuh tumbuhan.
6.
Jaringan Kambium
Pada tumbuhan dikotil , kambium
terletak di antara jaringan xilem dan floem. Kambium terdiri dari sederetan
sel-sel yang hidup dan selalu membelah. Pembelahan sel kambium ke arah dalam
menghasilkan xilem sekunder dan ke arah luar menghasilkan floem sekunder.
Kambium hanya ada pada tumbuhan dikotil. Kambium menyebabkan timbulnya
lingkaran tahun pada batang.
7.
Jaringan Hewan
Pada tumbuhan tingkat tinggi
(Vertebrata) trdapat bermacam-macam jaringan yang dikelompokkan menjadi
jaringan merismatik, jaringan epitelium, jaringan ikat, jaringan otot,dan
jaringan saraf.
8.
Jaringan Meristematik
Jaringan meristematik adalah
jaringan yang sel-selnya selalu membelah. Jaringan ini terdapat pada fase
embrio. Pada tubuh manusia dan hewan vertebrata, jaringan meristematik terdapat
hanya pada bagian tertentu. Misalnya, pada ujung tulang pipa yang masih muda
dan pada sumsum tulang belakang yang membentuk sel-sel darah.
9.
Jaringan Epitelium
Jaringan epitelium merupakan
jaringan yang menutupi jaringan lain. Jaringan ini meliputi epitelium sederhana
dan epitelium berlapis. Jaringan epitelium sederhana hanya terdiri atas satu
lapis sel, contohnya adalah jaringan pipa sebelah dalam. Jaringan epitelium
berlapis terdiri atas beberapa lapis sel,contohnya epitelium usus dan saluran
pernapasan. Epitelium berada di luar tubuh biasanya disebut epidermis,
misalnya pada kulit. Sebaliknya epitelium yang menutupi bagian dalam organ
tubuh disebut endodermis.
10. Jaringan
Ikat
Jaringan ikat merupakan jaringan
yang menghubungkan antara jaringan yang satu dengan jaringan yang lainnya.
Jaringan ikat dapat dikelompokkan menjadi jaringan ikat biasa, jaringan ikat
khusus, jaringan ikat penyongsong, dan jaringan ikat penghubung.
1) Jaringan
Ikat Biasa
Jaringan ikat biasa dibedakan
menjadi jaringan ikat padat dan jaringan ikat longgar. Jaringan ikat padat
misalnya jaringan pada tendon otot. Tendon otot adalah ujung berkas otot yang
melekat pada tulang. Jaringan ikat longgar merupakan jaringan pengisi ruangan
diantara organ-organ.
2) Jaringan
Ikat khusus
Jaringan ikat khusus mempunyai
fungsi khusus, misalnya menyimpan enrgi dalam bentuk lemak, menahan guncangan,
dan membentuk darah. Contoh jaringan ikat khusus adalah jaringan lemak yang
berada di bawah kulit.
3) Jaringan
Ikat Penyokong
Jaringan ikat penyokong terdiri dari
jaringan tulang rawan dan jaringan tulang sejati. Jaringan tungan sejati juga
brfungsi menghasilkan sel darah merah (eritrosit).
4) Jaringan
Ikat Penghubung
Jaringan ikat penghubung terdiri
atas darah dan limfa. Jaringan darah terdiri atas plasma darah dan butiran
darah. Butiran darah terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah
putih (leukosit), dan keping darah (trombosit). Jaringan darah
berfungsi mengangkut oksigen, karbondioksids, sari makanan, zat-zat sisa, dan
hormon. Jaringan lilmfa terdiri dari cairan limfa yang beredar pada pembuluh
limfa. Cairan limfa berfungsi untuk mengangkut lemak.
11. Jaringan Otot
Jaringan otot terdiri atas otot
rangka, otot polos, dan otot jantung. Jaringan otot berfungsi sebagai
penggerak. Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot yang apa bila diamati
dengan mikroskop memiliki garis gelap dan terang berselang-seling. Oleh karena
itu sel otot rangka dikenal pula sebagai sel otot lurik atau sel bergaris
melintang.
Sel otot polos terdapat pada organ
dalam, misalnya di usus dan pembuluh darah. Serabut kontraktil otot polos tidak
memiliki garis gelap dan terang. Otot jantung terdiri dari sel-sel yang
memiliki garis gelap dan terang seperti otot lurik, juga memiliki banyak inti,
tetapi bekerja di luar kehendak kita seperti otot polos.
D.
Pengertian
Organ
Organ
adalah alat tubuh yang memiliki fungsi khusus. Pada manusis misalnya, terdapat
organ penglihat,pembau, pencernaan makanan, peredaran darah, dan pengeluaran.
Organ tersususn atas jaringan-jaringan. Jadi, sekumpulan jaringan bekerja
membentuk organ tubuh. Misalnya, organ sirkulsi tersususn atas jaringan otot
lurik, otot jantung, otot polos, saraf, dan jaringan ikat. Organ pada tumbuhan
misalnya akar, batang, daun, bunga, dan, buah. Akar merupakan organ yang
penting untuk menegakkan tubuh tumbuhan dan menghisap air serta mineral dari
dal tanah. Jaringan-jaringan penyusun akar dikotil contohnya antara lain epidermis,
parenkima, xilem,floem, empulur, dan kambium. Organisasi
kehidupan tingkat organ merupakan organisasi hidup dari kumpulan jaringan.
Organ merupakan kumpulan beberapa jaringan yang berbeda untuk melakukan suatu
pekerjaan yang sama. Suatu organ memiliki tugas untuk menjalankan fungsinya.
Organ terdiri atas beberapa jaringan yang berbeda. Contoh organ adalah kulit,
jantung, ginjal, dan mata. Organ kulit tersebut oleh beberapa jaringan, yaitu
jaringan epitel, jaringan otot, jaringan darah, dan jaringan saraf. Keseluruhan
jaringan tersebut bekerja sama menjalankan peran dan fungsinya, seperti
melindungi tubuh dari berbagai faktor fisis dan menjadi pertahanan tubuh dari
mikroorganisme penyebab penyakit (patogen). Di dalam tubuh makhluk hidup,
organ-organ yang berbeda akan berkumpul membentuk suatu sistem yang disebut
sistem organ. Kumpulan organ-organ tersebut akan menjalankan fungsi dan tugas
yang saling berkaitan. Contoh sistem pada organ pada manusia, yaitu sistem
pencernaan terdiri atas organ mulut, lidah, gigi, kerongkongan, lambung, usus
halus, usus besar, dan anus.
E.
Pengertian Sistem Organ dan Macamnya
Sistem organ adalah Kumpulan dari berbagai organ dan menjalankan
tugas
tertentu disebut sistem organ. Sistem organ yang terdapat dalam
tubuh
manusia antara lain:
1. Sistem Integumen/Kulit
Sistem Integumen adalah sistem organ yang membedakan, memisahkan,
melindungi, dan menginformasikan hewan terhadap lingkungan
sekitarnya. Sistem ini seringkali merupakan bagian sistem organ
yang
terbesar yang mencakup kulit, rambut, bulu, sisik, kuku, kelenjar
keringat
dan produknya (keringat atau lendir). Kata ini berasal dari bahasa
Latin
"integumentum", yang berarti "penutup".
2. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ,
antara lain adalah:
a. Mulut
Dilakukan pencernaan secara mekanik oleh gigi dan kimiawi oleh
ludah yang dihasilkan Kelenjar Parotis, Submandibularis dan
Sublingualis yang mengandung enzim Amilase (Ptyalin).
b. Lambung
Dilakukan secara mekanik dan kimiawi, Sekretin yaitu hormon yang
merangsang pankreas untuk mengeluarkan sekretnya.
Renin yaitu enzim yang mampu menggumpalkan Kasein (sejenis
protein) dalam susu.
Fungsi HCI Lambung :
1) Merangsang keluamya sekretin
2) Mengaktifkan Pepsinogen menjadi Pepsin untuk memecah protein
3) Desinfektan
4) Merangsang keluarnya hormon Kolesistokinin yang berfungsi
merangsang empdu mengeluarkan getahnya
c. Usus
Di dalam Duodenum terdapat getah pankreas (bersifat basa) yang
mengandung Steapsin (Lipase), Amilase dan Tripsinogen.
Enterokinase adalah suatu aktivator enzim. Dalam usus halus
makanan
diabsorbsi. Usus memperluas bidang penyerapan dengan melakukan
jonjot usus (Villi).
Dalam usus besar (Kolon), air direabsorbsi serta sissa makanan
dibusukkan menjadi feses selanjutnya dibuang melalui anus (Proses
Defekasi).
3. Sistem
Respirasi/Pernafasan
Alat respirasi adalah alat atau bagian tubuh tempat 02 dapat
berdifusi
masuk dan sebaliknya C02 dapat berdifusi keluar.
Alat respirasi pada hewan bervariasi antara hewan yang satu dengan
hewan yang lain, ada yang berupa paru-paru, insang, kulit, trakea,
dan
paruparu buku, bahkan ada beberapa organisme yang belum mempunyai
alat khusus sehingga oksigen berdifusi langsung dari lingkungan ke
dalam
tubuh, contohnya pada hewan bersel satu, porifera, dan
coelenterata. Pada
ketiga hewan ini oksigen berdifusi dari lingkungan melalui rongga
tubuh.
a.
Alat Respirasi pada Manusia
1) Rongga Hidung (Cavum Nasalis)
Udara dari luar akan masuk lewat rongga hidung (cavum nasalis).
Rongga hidung berlapis selaput lendir, di dalamnya terdapat
kelenjar minyak (kelenjar sebasea) dan kelenjar keringat (kelenjar
sudorifera). Selaput lendir
berfungsi menangkap benda asing yang
masuk lewat saluran pernapasan. Selain itu, terdapat juga rambut
pendek dan tebal yang berfungsi menyaring partikel kotoran yang
masuk bersama udara. Juga terdapat konka yang mempunyai
banyak kapiler darah yang berfungsi menghangatkan udara yang
masuk.
2) Faring (Tenggorokan)
Udara dari rongga hidung masuk ke faring. Faring merupakan
percabangan 2 saluran, yaitu saluran pernapasan (nasofarings)
pada bagian depan dan saluran pencernaan (orofarings) pada
bagian belakang. Pada bagian belakang faring (posterior) terdapat laring
(tekak)
tempat terletaknya pita suara (pita vocalis). Masuknya
udara
melalui faring akan menyebabkan pita suara bergetar dan terdengar
sebagai suara.
3) Tenggorokan (Trakea)
Tenggorokan berupa pipa yang panjangnya ± 10 cm, terletak
sebagian di leher dan sebagian di rongga dada (torak). Dinding
tenggorokan tipis dan kaku, dikelilingi oleh cincin tulang rawan,
dan pada bagian dalam rongga bersilia. Silia-silia ini berfungsi
menyaring benda-benda asing yang masuk ke saluran pernapasan.
4) Cabang-cabang Tenggorokan (Bronki)
Tenggorokan (trakea) bercabang menjadi dua bagian, yaitu
bronkus kanan dan bronkus kiri. Struktur lapisan mukosa bronkus
sama dengan trakea, hanya tulang rawan bronkus bentuknya tidak
teratur dan pada bagian bronkus yang lebih besar cincin tulang
rawannya melingkari lumen dengan sempurna. Bronkus bercabangcabang
lagi menjadi bronkiolus.
5) Paru-paru (Pulmo)
Paru-paru terletak di dalam rongga dada bagian atas, di bagian
samping dibatasi oleh otot dan rusuk dan di bagian bawah dibatasi
oleh diafragma yang berotot kuat. Paru-paru ada dua bagian yaitu
paru-paru kanan (pulmo dekster) yang terdiri atas 3 lobus
dan paruparu
kiri (pulmo sinister) yang terdiri atas 2 lobus. Paru-paru
dibungkus oleh dua selaput yang tipis, disebut pleura. Selaput
bagian dalam yang langsung menyelaputi paru-paru disebut pleura
dalam (pleura visceralis) dan selaput yang menyelaputi
rongga
dada yang bersebelahan dengan tulang rusuk disebut pleura luar
(pleura parietalis).
b. Alat Respirasi pada Serangga
Corong hawa (trakea) adalah alat pernapasan yang dimiliki oleh
serangga dan arthropoda lainnya. Pembuluh trakea bermuara pada
lubang kecil yang ada di kerangka luar (eksoskeleton) yang disebut
spirakel. Spirakel berbentuk
pembuluh silindris yang berlapis zat kitin,
dan terletak berpasangan pada setiap segmen tubuh. Spirakel
mempunyai katup yang dikontrol oleh otot sehingga membuka dan
menutupnya spirakel terjadi secara teratur. Pada umumnya spirakel
terbuka selama serangga terbang, dan tertutup saat serangga
beristirahat.
c. Alat Respirasi pada Kalajengking dan Laba-laba
Kalajengking dan laba-laba besar (Arachnida) yang hidup di darat
memiliki alat pernapasan berupa paru-paru buku, sedangkan jika
hidup
di air bernapas dengan insang buku.
Paru-paru buku memiliki gulungan yang berasal dari invaginasi
perut.
Masing-masing paru-paru buku ini memiliki lembaran-lembaran tipis
(lamela) yang tersusun berjajar. Paruparu buku ini juga memiliki
spirakel tempat masuknya oksigen dari luar.
Keluar masuknya udara disebabkan oleh gerakan otot yang terjadi
secara teratur.
Baik insang buku maupun paru-paru buku keduanya mempunyai
fungsi yang sama seperti fungsi paru-paru pada vertebrata.
d. Alat Respirasi pada Insang
Insang dimiliki oleh jenis ikan (pisces). Insang berbentuk
lembaranlembaran
tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar
dari insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam
berhubungan erat dengan kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran
insang
terdiri dare sepasang filamen, dan tiap filamen mengandung
banyak
lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh darah yang
memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan OZ berdifusi masuk
dan CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati
ditutupi
oleh tutup insang yang disebut operkulum, sedangkan insang
pada ikan
bertulang rawan tidak ditutupi oleh operkulum.
Insang tidak saja berfungsi sebagai alat pernapasan tetapi dapat
pula
berfungsi sebagai alat ekskresi garam-garam, penyaring makanan,
alat
pertukaran ion, dan osmoregulator. Beberapa jenis ikan mempunyai
labirin yang merupakan perluasan ke
atas dari insang dan membentuk
lipatan-lipatan sehingga merupakan rongga-rongga tidak teratur.
Labirin ini berfungsi menyimpan cadangan O2 sehingga ikan tahan
pada kondisi yang kekurangan O2. Contoh ikan yang mempunyai
labirin adalah: ikan gabus dan ikan lele. Untuk menyimpan cadangan
O2, selain dengan labirin, ikan mempunyai gelembung renang yang
terletak di dekat punggung.
e. Alat Respirasi pada Katak
Pada katak, oksigen berdifusi lewat selaput rongga mulut, kulit,
dan
paru-paru. Kecuali pada fase berudu bernapas dengan insang karena
hidupnya di air. Selaput rongga mulut dapat berfungsi sebagai alat
pernapasan karma tipis dan banyak terdapat kapiler yang bermuara
di
tempat itu. Pada saat terjadi gerakan rongga mulut dan faring,
Iubang
hidung terbuka dan glotis tertutup sehingga udara berada di rongga
mulut dan berdifusi masuk melalui selaput rongga mulut yang tipis.
Selain bernapas dengan selaput rongga mulut, katak bernapas pula
dengan kulit, ini dimungkinkan karena kulitnya selalu dalam
keadaan
basah dan mengandung banyak kapiler sehingga gas pernapasan
mudah berdifusi. Oksigen yang masuk lewat kulit akan melewati vena
kulit (vena kutanea) kemudian dibawa ke jantung untuk
diedarkan ke
seluruh tubuh. Sebaliknya karbon dioksida dari jaringan akan di
bawa
ke jantung, dari jantung dipompa ke kulit dan paru-paru lewat
arteri
kulit pare-paru (arteri pulmo kutanea). Dengan demikian
pertukaran
oksigen dan karbon dioksida dapat terjadi di kulit.
f. Alat Respirasi pada Reptilia
Paru-paru reptilia berada dalam rongga dada dan dilindungi oleh
tulang
rusuk. Paru-paru reptilia lebih sederhana, hanya dengan beberapa
lipatan dinding yang berfungsi memperbesar permukaan pertukaran
gas. Pada reptilia pertukaran gas tidak efektif.
Pada kadal, kura-kura, dan buaya paru-paru lebih kompleks, dengan
beberapa belahan-belahan yang membuat paru-parunya bertekstur
seperti spon. Paru-paru pada beberapa jenis kadal misalnya bunglon
Afrika mempunyai pundi-pundi hawa cadangan yang memungkinkan
hewan tersebut melayang di udara.
g. Alat Respirasi pada Burung
Pada burung, tempat berdifusinya gas pernapasan hanya terjadi di
paru-paru. Paru-paru burung berjumlah sepasang dan terletak dalam
rongga dada yang dilindungi oleh tulang rusuk.
Jalur pernapasan pada burung berawal di lubang hidung. Pada tempat
ini, udara masuk kemudian diteruskan pada celah tekak yang
terdapat
pada dasar faring yang menghubungkan trakea. Trakeanya panjang
berupa pipa bertulang rawan yang berbentuk cincin dan bagian akhir
trakea bercabang menjadi dua bagian, yaitu bronkus kanan dan
bronkus kiri. Dalam bronkus pada pangkal trakea terdapat sirink
yang
pada bagian dalamnya terdapat lipatan-lipatan berupa selaput yang
dapat bergetar. Bergetarnya selaput itu menimbulkan suara. Bronkus
bercabang lagi menjadi mesobronkus yang merupakan bronkus
sekunder dan dapat dibedakan menjadi ventrobronkus (di bagian
ventral) dan dorsobronkus (di bagian dorsal). Ventrobronkus
dihubungkan dengan dorsobronkus, oleh banyak parabronkus (100
atau lebih).
Parabronkus berupa tabung tabung kecil. Di parabronkus bermuara
banyak kapiler sehingga memungkinkan udara berdifusi. Selain
paruparu,
burung memiliki 8 atau 9 perluasan paru-paru atau pundi-pundi
hawa (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke perut, leher, dan
sayap. Pundi-pundi hawa berhubungan dengan paru-paru dan
berselaput tipis. Di pundi-pundi hawa tidak terjadi difusi gas
pernapasan; pundi-pundi hawa hanya berfungsi sebagai penyimpan
cadangan oksigen dan meringankan tubuh. Karena adanya pundi-pundi
hawa maka pernapasan pada burung menjadi efisien. Pundi-pundi
hawa terdapat di pangkal leher (servikal), ruang dada
bagian depan
(toraks anterior), antara
tulang selangka (korakoid), ruang dada bagian
belakang (toraks posterior), dan di rongga perut (kantong
udara
abdominal).
4. Sistem Kerangka
Kerangka manusia disokong oleh struktur seperti ligamen, tendon, otot,
dan organ manusia yang lain.
Sejumlah 206 tulang membentuk sistem kerangka manusia dewasa.
Tulang diberi nama menurut tempatnya.
2 bagian sistem kerangka manusia adalah:
a. Kerangka aksial
1) Tengkorak
2) Tulang punggung
3) Sangkar rusuk
b. Kerangka penyokong
1) Lengkungan pektoral
2) Lengkungan pelvis
3) Tulang-tulang anggota depan
4) Tulang-tulang anggota Belakang
5. Sistem Reproduksi
Reproduksi merupakan proses menghasilkan individu baru dari
organisme
sebelumnya.
Organisme bereproduksi melalui 2 Cara :
a. Repoduksi aseksual (vegetatit)
Adalah terbentuknya individu baru tanpa melakukan peleburan sel
kelamin.
Individu baru (keturunannya) yang terbentuk mempunyai ciri dan
sifat
yang sama dengan induknya. Individu-individu sejenis yang
terbentuk
secara reproduksi aseksual dikatakan termasuk dalam satu klon,
sehingga anggota dari satu klon mempunyai susunan genetik yang
sama.
b. Reproduksi seksual (generatif)
Umumnya melibatkan persatuan sel kelamin (gamet) dari 2 individu
yang berbeda jenis kelamin.
Pada reproduksi generatif terjadi persatuan dua macam gamet dari
dua
individu yang berbeda jenis kelaminnya ehingga terjadi percampuran
materi genetik yang memungkinkan terbentuknya individu baru
dengan sifat baru.
Pada organisme tingkat tinggi mempunyai dua macam gamet, gamet
jantan atau spermatozoa dan gamet betina atau sel telur, kedua macam
gamet tersebut dapat dibedakan baik dari bentuk, ukuran dan
kelakuannya, kondisi gamet yang demikian disebut heterogamet.
Peleburan dua macam gamet tersebut disebut singami. Peristiwa
singami didahului dengan peristiwa fertilisasi (pembuahan) yaitu
pertemuan sperma dengan sel telur.
Pada organiseme sederhana tidak dapat dibedakan gamet jantan dan
gamet betina karena keduanya sama, dan disebut isogamet. Bila
salah
satu lebih besar dari lainnya disebut anisogamet.
F.
Pengertian Organisme Beserta Ciri-Cirinya
Dalam biologi dan ekologi, organisme (dalam bahasa Yunani organon
yang
berarti alat) adalah kumpulan molekul-molekul yang saling
mempengaruhi
sedemikian sehingga berfungsi secara stabil dan memiliki sifat
hidup.
Istilah organisme kompleks mengacu pada organisme yang memiliki
lebih
dari satu sel.
Ciri-ciri umum
Ciri-ciri yang umum didapati pada banyak organisme adalah sebagai
berikut:
1. Memerlukan makanan
2. Bernafas
3. Bergerak
4. Tumbuh
5. Berkembang biak
6. Peka terhadap rangsang
Namun demikian, ciri-ciri tersebut tidaklah universal.
Mikroorganisme seperti
misalnya bakteri tidaklah bernafas, namun menggunakan jalur
kimiawi lain.
Banyak organisme yang tidak mampu bergerak secara independen dan
banyak
organisme tidak dapat berkembang biak,
walaupun spesiesnya mampu.
BAB
III
KESIMPULAN
A. Pengertian
Sel dan Macamnya
Sel
berasal dari kata cella, yang artinya rongga kecil. Sel merupakan
unit terkecil dari kehidupan yang menyusun tubuh makhluk hidup.
Macam-macam sel
- Membran Sel
- Sitoplasma
- Inti Sel (Nukleus)
- Retikulum Endoplasma (RE)
- Ribosom
- Kompleks Golgi
- Mitokondria
- Plastida
- Lisosom
- Vakuola
B.
Pengertian Jaringan dan Macamnya
Jaringan
Jaringan adalah sekelompok sel yang mempunyai bentuk dan
fungsi yang sama. Jaringan hanya dimiliki oleh makhluk hidup bersel banyak
(multiseluler). Pada perkembangbiakan secara kawin terjadi percampuran antara
sel ovum dan sperma membentuk satu sel zigot.
- Jaringan tumbuhan
-
Jaringan pelindung
Jaringan pelindung terdiri dari epidermis dan jaringan
gabus.
a) Epidermis
b) Jaringan gabus
- Jaringan pengisi (Parenkima)
-
Jaringan Penguat
Ada dua macam jaringan penguat yang menyusun tubuh tumbuhan,
yaitu kolenkima dan sklerenkima.
a) Kolenkima
b) Sklerenkima
- Jaringan Pengangkut
-
Jaringan Kambium
- Jaringan Hewan
- Jaringan
Meristematik
- Jaringan Epitelium
- Jaringan Ikat
1) Jaringan Ikat Biasa
2) Jaringan Ikat khusus
3) Jaringan Ikat Penyokong
4) Jaringan Ikat Penghubung
- Jaringan Otot
C.
Pengertian Organ
Organ adalah alat tubuh yang memiliki fungsi khusus. Pada
manusis misalnya, terdapat organ penglihat,pembau, pencernaan makanan,
peredaran darah, dan pengeluaran. Organ tersususn atas jaringan-jaringan. Jadi,
sekumpulan jaringan bekerja membentuk organ tubuh. Misalnya, organ sirkulsi
tersususn atas jaringan otot lurik, otot jantung, otot polos, saraf, dan
jaringan ikat.
D.
Pengertian Sistem
Organ dan Macamnya
Sistem organ adalah Kumpulan
dari berbagai organ dan menjalankan tugas
tertentu disebut sistem
organ. Sistem organ yang terdapat dalam tubuh
manusia antara lain:
1. Sistem Integumen/Kulit
2. Sistem Pencernaan
Sistem pencernaan makanan
pada manusia terdiri dari beberapa organ,
antara lain adalah:
a. Mulut
b. Lambung
c. Usus
3. Sistem
Respirasi/Pernafasan
a. Alat Respirasi pada
Manusia
1) Rongga Hidung (Cavum
Nasalis)
2) Faring (Tenggorokan)
3) Tenggorokan (Trakea).
4) Cabang-cabang Tenggorokan
(Bronki)
5) Paru-paru (Pulmo)
b. Alat Respirasi pada
Serangga
c. Alat Respirasi pada
Kalajengking dan Laba-laba
d. Alat Respirasi pada
Insang
e. Alat Respirasi pada Katak
f. Alat Respirasi pada
Reptilia
g. Alat Respirasi pada
Burung
E.
Pengertian Organisme Beserta
Ciri-Cirinya
Dalam biologi dan ekologi,
organisme (dalam bahasa Yunani organon yang
berarti alat) adalah
kumpulan molekul-molekul yang saling mempengaruhi
sedemikian sehingga
berfungsi secara stabil dan memiliki sifat hidup.
Istilah organisme kompleks
mengacu pada organisme yang memiliki lebih
dari satu sel.
Ciri-ciri umum
Ciri-ciri yang umum didapati
pada banyak organisme adalah sebagai berikut:
1. Memerlukan makanan
2. Bernafas
3. Bergerak
4. Tumbuh
5. Berkembang biak
6. Peka terhadap rangsang
Daftar Pustaka
//www.google.com/imgres?imgurl=https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgggokEyX1bUr4hQWLIu8ng4N20glBWkIHiT393n5wBXGiMazEe0hE0wPaE0yzxkfnQ98oE1HqaCUt-V4XMOXO57Xl28FIWSQqia39DnlR0v-glvvEMzF9D21BYssIogDsBjEpf1Xh9PMU/s1600/
