OPINI
BULETIN
HARI
IBU
Pembaca
budiman, hari ibu merupakan hari yang sangat bermakna, membahas tentang
ibu bagaimana pendapat pembaca mengenai
tiga huruf ini. I-B-U, sebuah kata yang sering diucap dan didengar oleh diri
kita. Sewaktu kita masih didalam perut ibu kita, kita tidak bias berbuat
apa-apa. Kita hanya bias menendang-nendang perut ibu kita memberikan sinyal
padanya agar cepat-cepat dikeluarkan
dari perutnya. Begitu kita akan dikeluarkan dari perut ibu kita, beliau
menjerit dengan begitu keras, menahan rasa sakit yang tak ada hentinya.
Berjuang sekuat tenaga untuk membantu mengeluarkan kita keluar dari perutnya.
Sesudah kita terlahir ke dunia ini rasa tangis dan air mata hanya keluar dari
diri kita. Saat itulah doa dan harapan dari orang tua kita yang tulus tertuju
untuk kita. Setelah kita tumbuh dewasa ibu kita merasa bangga terhadap diri
kita, karena anak yang diasuh sejak kecil kini sudah tumbuh dewasa. Kelak
nantinya dia bisa menjadi seorang pemimpin, pemimpin untuk dirinya dan
keluarga. Pembaca yang budiman, sosok ibu memang tidak bisa tergantikan, bagi
siapa saja yang pernah memilikinya. Rasa kasih sayangnya, perhatianya, dan
pengorbanannya yang begitu besar tentu telah diberikannya tanpa meminta balasan
dari diri kita seorang ibu mempertaruhkan semuanya demi memberikan yang terbaik
bagi anaknya. Menjaga, merawat, mengasuh, memberi, mengasihi, dan masih banyak
lagi telah beliau berikan untuk kita semata. Sudahkah kita berikan yang terbaik
untuk ibu kita, seperti, yang telah beliau berikan pada saat diri kita masih
kecil. Jangankan memberikan yang terbaik untuk beliau, mengucapkan rasa
terimakasihpun masih enggan sebegitukah kita, sesadarkah kita saat ini..? perlu
diketahui bahwa pengorbanan seorang ibu bagi anaknya begitu sangat besar sudah
sepatutnya dan selayaknya rasa terimakasih terucap dari diri kita. Walau
terkadang kita dibuat kesal, jengkel, bahkan
marah olehnya tetapi setiap ucapan atau perkataan yang terucap dari beliau
bentuk perhatian dan kasih sayang bagi diri kita. Setiap perkataan yang terucap
patut kita dengar baik-baik dan renungkan tentang nasehat-nasehatnya yang
sering berulang kali terdengar oleh telinga kita. Sudahkah kita mematuhi dan
menuruti segala perintahnya, di hari ibu yang sangat istemewa ini marilah dalam
satu hari, kita berikan yang terbaik baginya dengan cara dari diri kita sendiri
dimulai dari hal yang sederhana, sehingga membuat beliau merasa terkurangi
setiap beban pekerjaan yang menopang di pundaknya. Buat beliau merasa nyaman,
senyaman mungkin tanpa ada beban dihati beliau. Semoga bukan satu hari ini saja
tetapi dan seterusnya. Doa seorang ibu yang telah terucap adalah mengharap
kelak nantinya anaknya bisa menjadi orang yang berbakti dan berguna bagi
keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Inti dari pada itu adalah seorang ibu
mustahil mendoakan kejelekan-kejelekan bagi anaknya sendiri. Sudah semestinya
kita mengucapkan permintaan maaf bagi beliau dan wajib kita lakukan, karena apa
yang telah kita berikan untuk beliau belum seberapa dibanding
pengorbanan-pengorbanannya selama ini. “surga terletak dibawah kaki ibu”
pepatah ini seharusnya kita pergunakan sebagai acuan untuk diri kita, memberi
rasa hormat dan terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk beliau. Sujud dan
bersimpuh memohon maaf sudah selayaknya kita
lakukan terhadap beliau.
Pembaca
budiman, sudahkah kita membuat beliau tersenyum bangga dan bahagia untuk ibu
kita?. Jerih payahnya, keringat yang
mengucur deras, rasa lelah, dan letih bukti pengorbanan yang begitu besar
darinya untuk kita semata demi masa depan kita nantinya. Mari buat beliau
tersenyum bangga dan bahagia atas perbuatan dan tindakan-tindakan kita tentunya
dengan melakukan hal-hal terbaik dan positif yang kita wujudkan. Tidak kalah
pentingnya dari itu adalah mengucap rasa syukur yang tak henti-hentinya
terhadap Tuhan YME atas anugrah dan karunianya yang telah memberikan sosok ibu
yang begitu besar peranannya dan pengorbanannya demi dan hanya untuk kita. Kita
juga harus pandai-pandai bersyukur agar nantinya kita tergolong kedalam
orang-orang yang pandai bersyukur. Pembaca yang budiman dengan demikian sudah
sewajibnya kita mengucapkan permintaan maaf dan terimakasih yang
sedalam-dalamnya dan sebesar-besarnya untuk ibu kita tercinta. Karena begitu
besar pengorbanannya dan kasih sayangnya hanyalah untuk kita , kelak nantinya
anaknya bisa menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi siapa saja. Jadi
mari kita buat ibu kita bangga terhadap diri kita yang bisa bermanfaat untuk
diri kita sendiri dan orang lain.. Terimakasih untuk pembaca yang budiman sudah
meluangkan waktunya untuk membaca opini ini.. sekian…
