Opini Buletin (Hari Ibu)
Selasa, 24 Desember 2013 by Unknown in



OPINI BULETIN

HARI IBU

Pembaca budiman, hari ibu merupakan hari yang sangat bermakna, membahas tentang ibu  bagaimana pendapat pembaca mengenai tiga huruf ini. I-B-U, sebuah kata yang sering diucap dan didengar oleh diri kita. Sewaktu kita masih didalam perut ibu kita, kita tidak bias berbuat apa-apa. Kita hanya bias menendang-nendang perut ibu kita memberikan sinyal padanya agar cepat-cepat dikeluarkan  dari perutnya. Begitu kita akan dikeluarkan dari perut ibu kita, beliau menjerit dengan begitu keras, menahan rasa sakit yang tak ada hentinya. Berjuang sekuat tenaga untuk membantu mengeluarkan kita keluar dari perutnya. Sesudah kita terlahir ke dunia ini rasa tangis dan air mata hanya keluar dari diri kita. Saat itulah doa dan harapan dari orang tua kita yang tulus tertuju untuk kita. Setelah kita tumbuh dewasa ibu kita merasa bangga terhadap diri kita, karena anak yang diasuh sejak kecil kini sudah tumbuh dewasa. Kelak nantinya dia bisa menjadi seorang pemimpin, pemimpin untuk dirinya dan keluarga. Pembaca yang budiman, sosok ibu memang tidak bisa tergantikan, bagi siapa saja yang pernah memilikinya. Rasa kasih sayangnya, perhatianya, dan pengorbanannya yang begitu besar tentu telah diberikannya tanpa meminta balasan dari diri kita seorang ibu mempertaruhkan semuanya demi memberikan yang terbaik bagi anaknya. Menjaga, merawat, mengasuh, memberi, mengasihi, dan masih banyak lagi telah beliau berikan untuk kita semata. Sudahkah kita berikan yang terbaik untuk ibu kita, seperti, yang telah beliau berikan pada saat diri kita masih kecil. Jangankan memberikan yang terbaik untuk beliau, mengucapkan rasa terimakasihpun masih enggan sebegitukah kita, sesadarkah kita saat ini..? perlu diketahui bahwa pengorbanan seorang ibu bagi anaknya begitu sangat besar sudah sepatutnya dan selayaknya rasa terimakasih terucap dari diri kita. Walau terkadang kita  dibuat kesal, jengkel, bahkan marah olehnya tetapi setiap ucapan atau perkataan yang terucap dari beliau bentuk perhatian dan kasih sayang bagi diri kita. Setiap perkataan yang terucap patut kita dengar baik-baik dan renungkan tentang nasehat-nasehatnya yang sering berulang kali terdengar oleh telinga kita. Sudahkah kita mematuhi dan menuruti segala perintahnya, di hari ibu yang sangat istemewa ini marilah dalam satu hari, kita berikan yang terbaik baginya dengan cara dari diri kita sendiri dimulai dari hal yang sederhana, sehingga membuat beliau merasa terkurangi setiap beban pekerjaan yang menopang di pundaknya. Buat beliau merasa nyaman, senyaman mungkin tanpa ada beban dihati beliau. Semoga bukan satu hari ini saja tetapi dan seterusnya. Doa seorang ibu yang telah terucap adalah mengharap kelak nantinya anaknya bisa menjadi orang yang berbakti dan berguna bagi keluarga, masyarakat, bangsa dan Negara. Inti dari pada itu adalah seorang ibu mustahil mendoakan kejelekan-kejelekan bagi anaknya sendiri. Sudah semestinya kita mengucapkan permintaan maaf bagi beliau dan wajib kita lakukan, karena apa yang telah kita berikan untuk beliau belum seberapa dibanding pengorbanan-pengorbanannya selama ini. “surga terletak dibawah kaki ibu” pepatah ini seharusnya kita pergunakan sebagai acuan untuk diri kita, memberi rasa hormat dan terimakasih yang sebanyak-banyaknya untuk beliau. Sujud dan bersimpuh memohon maaf sudah selayaknya kita  lakukan terhadap beliau.
Pembaca budiman, sudahkah kita membuat beliau tersenyum bangga dan bahagia untuk ibu kita?. Jerih payahnya, keringat  yang mengucur deras, rasa lelah, dan letih bukti pengorbanan yang begitu besar darinya untuk kita semata demi masa depan kita nantinya. Mari buat beliau tersenyum bangga dan bahagia atas perbuatan dan tindakan-tindakan kita tentunya dengan melakukan hal-hal terbaik dan positif yang kita wujudkan. Tidak kalah pentingnya dari itu adalah mengucap rasa syukur yang tak henti-hentinya terhadap Tuhan YME atas anugrah dan karunianya yang telah memberikan sosok ibu yang begitu besar peranannya dan pengorbanannya demi dan hanya untuk kita. Kita juga harus pandai-pandai bersyukur agar nantinya kita tergolong kedalam orang-orang yang pandai bersyukur. Pembaca yang budiman dengan demikian sudah sewajibnya kita mengucapkan permintaan maaf dan terimakasih yang sedalam-dalamnya dan sebesar-besarnya untuk ibu kita tercinta. Karena begitu besar pengorbanannya dan kasih sayangnya hanyalah untuk kita , kelak nantinya anaknya bisa menjadi orang yang berguna dan bermanfaat bagi siapa saja. Jadi mari kita buat ibu kita bangga terhadap diri kita yang bisa bermanfaat untuk diri kita sendiri dan orang lain.. Terimakasih untuk pembaca yang budiman sudah meluangkan waktunya untuk membaca opini ini.. sekian… 

Posting Komentar