RANGKUMAN KEGIATAN OBSERVASI LABORATORIUM GEOSPASIAL GUMUK PASIR PARANGTRITIS
Selasa, 24 Desember 2013 by Unknown in


RANGKUMAN
KEGIATAN OBSERVASI LABORATORIUM GEOSPASIAL
GUMUK PASIR PARANGTRITIS
Untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pengetahuan Sosial I yang dibina oleh
  Ibu  dosen Dhiniaty Gularso., S.Si., M.pd.


Oleh :

MIRZA FARYS SALAM
(12144600126)

A4-12

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS PGRI YOGYAKARTA
2013



Laboratorium Geospasial Gumuk Pasir Parangtritis
Laboratorium Geospasial ini dibangun pada tahun 2006 oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) yang terletak di dusun depok, desa parangtritis, kecamatan kretek, kabupaten bantul. Laboratorium ini merupakan pusat penelitian mengenai kepesisiran yang mana  dikelola oleh Badan Kepesisiran Nasional, Fakultas Geografi UGM, dan Pemkab. Bantul, dengan nota kesepahaman bersama untuk pengelolaan laboratorium geospasial pesisir parangtritis. Maksud atau tujuan dari laoratorium geospasial ini adalah Melaksanakan sebuah riset secara kolaboratif dengan sumberdaya pesisir dan laut untuk pengembangan IPTEK, berbasis informasi Geospasial. Laboratorium ini dikepalai oleh A. Ari Dartoyo, didalamnya terdapat Museum Alam Gumuk Pasir sebagai daya tarik untuk wisata pendidikan. Merupakan suatu fenomena alam yang sangat unik karena terdapat “Gumuk Pasir” yang membentang luas dihamparan pesisir pantai Parangtritis. Terdapat ada 6 unit bangunan utama yaitu; 1 unit bangunan untuk kantor, 1 unit bangunan berbentuk piramid untuk ruang pertemuan yang digunakan untuk kegiatan penyuluhan, seminar, dan diskusi, 1 unit bangunan museum tentang segala jenis pasir pantai, bebatuan, dan karang laut, 1 unit bangunan yang menghubungkan bangunan piramid dengan museum yang disebut sebagai lorong pengetahuan, dan 1 unit bangunan kantin, serta mess. Bangunan berbentuk piramid menggambarkan proses terjadinya gumuk pasir, dengan gambaran bahwa bangunan berbentuk piramid ini berbentuk seperti gunung merapi yang sering melakukan erupsi dan menghasilkan sebuah pasir. Kemudian pasir yang dikeluarkan oleh gunung merapi tersebut mengalir kearah laut melalui dua sungai, yaitu sungai opak dan sungai progo. Kerap kali pasir tersebut mengalir melaui sungai opak yang digambarkan dengan bangunan lorong pengetahuan. Sedangkan museum pasir, bebatuan, dan karang laut, menggambarkan sebuah gumuk pasir yang terdapat dipesisir pantai Parangtritis. Pasir yang terbawa ke laut dihempas kembali ke tepian oleh gelombang laut dan setelah kering tertiup oleh angin tenggara yang cukup kuat sehingga membentuk dan bersedimentasi menjadi sebuah “Gumuk Pasir”. Menurut pemandu yang ditemui di museum ketika melakukan observasi sabtu (14/12) menjelaskan bahwa seluruh pasir pantai yang berwarna hitam berasal dari gunung merapi sedangkan pasir pantai yang berwarna putih terjadi penghancuran karang laut oleh biota laut itu sendiri. Di laboratorium ini juga terdapat berbagai macam alat yang berfungsi sebagai pemetaan, yaitu alat pembuat peta data dan ada juga alat sebagai ruang penerima data dari Citra Satelit NOAA.
Kenapa Gumuk Pasir hanya terdapat di Parangtritis?
            Ya, gumuk pasir yang ada di parangtritis memang hanya ada di sana, dikarenakan bahwa
-          Proses alam yang sangat unik, komplek, dan langka.
-          Posisi pantai yang terbuka terhadap laut lepas dan dibarengi dengan tiupan angin yang sangat kencang setiap waktunya.
-          Salah satu syarat terbentuknya gumuk pasir adalah material pasir, terdapat material pasir vulkanik yang berjumlah besar terbawa dari gunung merapi ini menuju ke hulu, kemuadian terbawa oleh aliran sungai sehingga mengalir ke muara, pasir –pasir vulkanik itulah yang nantinya membentuk gumuk pasir.
-          Adanya pengaruh “site” geografi wilayah, yaitu: wilayah pesisir dan bukit kapur (karst) dengan lereng yang curam dan terjal.
Itulah mengapa fenomena gumuk pasir hanya terdapat di daerah pesisir parangtritis. Tentunya fakator bentuk / karakteristik lahan yang ada provinsi D.I Yogyakarta yang berbeda dengan daerah-daerah lainya. Indonesia merupakan negara dengan ragam kenampakan topografi yang sangat tinggi. Dari kesepuluh klasifikasi bentuk lahan yang ada di dunia semua ada di Indonesia. Bahakan 8 diantaranya ada di provinsi D.I Yogyakarta . dengan demikian D.I Yogyakarta dinobatkan sebagai provinsi dengan bentuk lahan terlengkap di dunia. Dimulai dari kenampkan gunung merapi di sebelah utara, kenampakan pegunungan (karst) di Gunung Kidul , beberapa sungai besar, pegunungan lipatan di daerah imogiri, serta kenampakan pesisir pantai di sebelah selatan.  Gumuk pasir menjadi fenomena yang langka dan unik yang hanya dimiliki oleh Indonesia, tepatnya di pesisir pantai Parangtritis.
Apa manfaat dari Gumuk Pasir ini ?
Keberadaan gumuk pasir di pesisir pantai Parangtritis ini juga memiliki manfaat, selain sebagai obyek wisata yang tempatnya didekat pesisir pantai, gumuk pasir ini juga bisa dipergunakan sebagai objek penelitian, dan tidak kalah pentingnya adalah keberadaan gumuk pasir ini memiliki fungsi sebagai penahan tsunami dan filter air laut yang merembes ke daratan. Tapi sayangnya menurut para peneliti, menyayangkan kondisi gumuk pasir yang terus menyempit dan tinggal 30-40% dari kondisi semula. Ini terjadi akibat adanya pendirian bangunan dan tumbuhnya beberapa pepohonan yang menghambat tertiupnya pasir oleh angin dari pantai. Ada beberapa tipe gumuk pasir yang ada di Parangtritis, salah satunya adalah Barchan yang cenderung berbentuk cembung. Laboratorium geospasial mulai tahun ini dan yang akan datang dipercaya oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk merancang sendiri rencana riset  yang akan dilakukan , fokus penelitianya masih tentang dinamika gumuk pasir, pendugaan potensi ikan dan pembangunan basis data geospasial.
Kesimpulan:
Laboratorium Geospasial Gumuk Pasir Parangtritis yang terletak di Pesisir Pantai Parangtritis merupakan fenomena alam yang menarik. Tujuan dari laoratorium geospasial ini adalah Melaksanakan sebuah riset secara kolaboratif dengan sumberdaya pesisir dan laut untuk pengembangan IPTEK, berbasis informasi Geospasial. Gumuk pasir terjadi akibat proses bentukan alam yang mana pasir vulkanik yang mengalir dari Gunung Merapi menuju ke muara sungai dan menegendap dibibir pantai. Lantas terjadi tiupan angin dari pantai sehingga terjadi sebuah sedimentasi. Gumuk pasir di daerah pantai parangtritis ini juga terdapat manfaatnya, antara lain selain dijadikan sebagai obyek wisata, dan wisata pendidikan. Berfungsi juga sebagai penghambat/penahan tsunami dan sebagai filter air laut yang merembas ke daratan. Sungguh fenomena alam yang unik dan langka untuk dijumpai di berbagai tempat, dan hanya ada di Indonesia tepatnya D.I Yogyakarta. Kita patut bersyukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan kekayaan alam yang indah dan melimpah, sehingga kita wajib menjaga dan melestarikan agar kekayaan alam dinegeri kita ini tidak punah dan bisa dinikmati serta dimanfaatkan bagi kelangsungan hidup umat manusia.



Posting Komentar