RANGKUMAN
KEGIATAN
OBSERVASI LABORATORIUM GEOSPASIAL
GUMUK
PASIR PARANGTRITIS
Untuk
memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Pengetahuan Sosial I yang dibina oleh
Ibu
dosen Dhiniaty Gularso., S.Si., M.pd.
Oleh
:
MIRZA
FARYS SALAM
(12144600126)
A4-12
PENDIDIKAN
GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS
KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS
PGRI YOGYAKARTA
2013
Laboratorium
Geospasial Gumuk Pasir Parangtritis
Laboratorium Geospasial
ini dibangun pada tahun 2006 oleh BIG (Badan Informasi Geospasial) yang terletak
di dusun depok, desa parangtritis, kecamatan kretek, kabupaten bantul.
Laboratorium ini merupakan pusat penelitian mengenai kepesisiran yang mana dikelola oleh Badan Kepesisiran Nasional,
Fakultas Geografi UGM, dan Pemkab. Bantul, dengan nota kesepahaman bersama
untuk pengelolaan laboratorium geospasial pesisir parangtritis. Maksud atau
tujuan dari laoratorium geospasial ini adalah Melaksanakan sebuah riset secara
kolaboratif dengan sumberdaya pesisir dan laut untuk pengembangan IPTEK,
berbasis informasi Geospasial. Laboratorium ini dikepalai oleh A. Ari Dartoyo,
didalamnya terdapat Museum Alam Gumuk Pasir sebagai daya tarik untuk wisata
pendidikan. Merupakan suatu fenomena alam yang sangat unik karena terdapat
“Gumuk Pasir” yang membentang luas dihamparan pesisir pantai Parangtritis.
Terdapat ada 6 unit bangunan utama yaitu; 1 unit bangunan untuk kantor, 1 unit
bangunan berbentuk piramid untuk ruang pertemuan yang digunakan untuk kegiatan
penyuluhan, seminar, dan diskusi, 1 unit bangunan museum tentang segala jenis
pasir pantai, bebatuan, dan karang laut, 1 unit bangunan yang menghubungkan
bangunan piramid dengan museum yang disebut sebagai lorong pengetahuan, dan 1
unit bangunan kantin, serta mess. Bangunan berbentuk piramid menggambarkan
proses terjadinya gumuk pasir, dengan gambaran bahwa bangunan berbentuk piramid
ini berbentuk seperti gunung merapi yang sering melakukan erupsi dan
menghasilkan sebuah pasir. Kemudian pasir yang dikeluarkan oleh gunung merapi
tersebut mengalir kearah laut melalui dua sungai, yaitu sungai opak dan sungai
progo. Kerap kali pasir tersebut mengalir melaui sungai opak yang digambarkan
dengan bangunan lorong pengetahuan. Sedangkan museum pasir, bebatuan, dan
karang laut, menggambarkan sebuah gumuk pasir yang terdapat dipesisir pantai
Parangtritis. Pasir yang terbawa ke laut dihempas kembali ke tepian oleh
gelombang laut dan setelah kering tertiup oleh angin tenggara yang cukup kuat
sehingga membentuk dan bersedimentasi menjadi sebuah “Gumuk Pasir”. Menurut
pemandu yang ditemui di museum ketika melakukan observasi sabtu (14/12)
menjelaskan bahwa seluruh pasir pantai yang berwarna hitam berasal dari gunung
merapi sedangkan pasir pantai yang berwarna putih terjadi penghancuran karang
laut oleh biota laut itu sendiri. Di laboratorium ini juga terdapat berbagai
macam alat yang berfungsi sebagai pemetaan, yaitu alat pembuat peta data dan
ada juga alat sebagai ruang penerima data dari Citra Satelit NOAA.
Kenapa Gumuk Pasir hanya terdapat di Parangtritis?
Ya,
gumuk pasir yang ada di parangtritis memang hanya ada di sana, dikarenakan
bahwa
-
Proses alam yang sangat unik, komplek,
dan langka.
-
Posisi pantai yang terbuka terhadap laut
lepas dan dibarengi dengan tiupan angin yang sangat kencang setiap waktunya.
-
Salah satu syarat terbentuknya gumuk
pasir adalah material pasir, terdapat material pasir vulkanik yang berjumlah
besar terbawa dari gunung merapi ini menuju ke hulu, kemuadian terbawa oleh
aliran sungai sehingga mengalir ke muara, pasir –pasir vulkanik itulah yang
nantinya membentuk gumuk pasir.
-
Adanya pengaruh “site” geografi wilayah,
yaitu: wilayah pesisir dan bukit kapur (karst) dengan lereng yang curam dan
terjal.
Itulah mengapa fenomena
gumuk pasir hanya terdapat di daerah pesisir parangtritis. Tentunya fakator
bentuk / karakteristik lahan yang ada provinsi D.I Yogyakarta yang berbeda
dengan daerah-daerah lainya. Indonesia merupakan negara dengan ragam kenampakan
topografi yang sangat tinggi. Dari kesepuluh klasifikasi bentuk lahan yang ada
di dunia semua ada di Indonesia. Bahakan 8 diantaranya ada di provinsi D.I
Yogyakarta . dengan demikian D.I Yogyakarta dinobatkan sebagai provinsi dengan
bentuk lahan terlengkap di dunia. Dimulai dari kenampkan gunung merapi di
sebelah utara, kenampakan pegunungan (karst) di Gunung Kidul , beberapa sungai
besar, pegunungan lipatan di daerah imogiri, serta kenampakan pesisir pantai di
sebelah selatan. Gumuk pasir menjadi
fenomena yang langka dan unik yang hanya dimiliki oleh Indonesia, tepatnya di
pesisir pantai Parangtritis.
Apa manfaat dari Gumuk Pasir ini ?
Keberadaan gumuk pasir
di pesisir pantai Parangtritis ini juga memiliki manfaat, selain sebagai obyek
wisata yang tempatnya didekat pesisir pantai, gumuk pasir ini juga bisa
dipergunakan sebagai objek penelitian, dan tidak kalah pentingnya adalah
keberadaan gumuk pasir ini memiliki fungsi sebagai penahan tsunami dan filter
air laut yang merembes ke daratan. Tapi sayangnya menurut para peneliti,
menyayangkan kondisi gumuk pasir yang terus menyempit dan tinggal 30-40% dari
kondisi semula. Ini terjadi akibat adanya pendirian bangunan dan tumbuhnya
beberapa pepohonan yang menghambat tertiupnya pasir oleh angin dari pantai. Ada
beberapa tipe gumuk pasir yang ada di Parangtritis, salah satunya adalah Barchan yang cenderung berbentuk
cembung. Laboratorium geospasial mulai tahun ini dan yang akan datang dipercaya
oleh Badan Informasi Geospasial (BIG) untuk merancang sendiri rencana
riset yang akan dilakukan , fokus
penelitianya masih tentang dinamika gumuk pasir, pendugaan potensi ikan dan
pembangunan basis data geospasial.
Kesimpulan:
Laboratorium Geospasial
Gumuk Pasir Parangtritis yang terletak di Pesisir Pantai Parangtritis merupakan
fenomena alam yang menarik. Tujuan dari laoratorium geospasial ini adalah
Melaksanakan sebuah riset secara kolaboratif dengan sumberdaya pesisir dan laut
untuk pengembangan IPTEK, berbasis informasi Geospasial. Gumuk pasir terjadi
akibat proses bentukan alam yang mana pasir vulkanik yang mengalir dari Gunung
Merapi menuju ke muara sungai dan menegendap dibibir pantai. Lantas terjadi
tiupan angin dari pantai sehingga terjadi sebuah sedimentasi. Gumuk pasir di
daerah pantai parangtritis ini juga terdapat manfaatnya, antara lain selain
dijadikan sebagai obyek wisata, dan wisata pendidikan. Berfungsi juga sebagai
penghambat/penahan tsunami dan sebagai filter air laut yang merembas ke
daratan. Sungguh fenomena alam yang unik dan langka untuk dijumpai di berbagai
tempat, dan hanya ada di Indonesia tepatnya D.I Yogyakarta. Kita patut
bersyukur kepada Tuhan YME yang telah memberikan kekayaan alam yang indah dan
melimpah, sehingga kita wajib menjaga dan melestarikan agar kekayaan alam
dinegeri kita ini tidak punah dan bisa dinikmati serta dimanfaatkan bagi
kelangsungan hidup umat manusia.
